Perut Suami Buncit Setelah Menikah Itu Karena Istri Pandai Masak
11:07 AM
Coba deh lihat papa, om, pakde, mas kamu yang tadinya
punya perut rata, tapi tiba-tiba berubah jadi gembul setelah menikah. Pernah
nggak bertanya-tanya kenapa kebanyakan cowok setelah menikah biasanya diikuti
dengan perubahaan fisik yang adalah perut yang lebih buncit?
Sebelum kamu menyimak cara
membasminya, ini nih hipotesis versi lucu-lucuan kami di Hipwee Wedding, kenapa
hal semacam itu bisa terjadi.
Kalau kata orang-orang mah,
cowok yang sudah menikah perutnya semakin buncit karena “susunya pas”
Yah, jangan diartikan secara harafiah juga sih
ya. “Pas susunya” bisa juga mengacu pada kehidupan yang dirasa sudah “pas” dan
nyaman. Rasa nyaman bisa muncul dari kebahagiaan yang ditimbulkan oleh sang
Istri, di dalam dan di luar kamar pengantin ;). Memiliki pasangan hidup saja pasti
rasanya sudah melengkapi kehidupan, apalagi jika disertai dengan kehidupan seks
yang sehat. Mungkin juga si suami sudah merasa nyaman dengan keadaan hidupnya
secara umum di rumah dan di kantor. Inilah yang kemudian membuat perut si suami
menjadi buncit setelah menikah.
Mungkin juga karena setelah menikah, segala macamnya
sudah ada yang meladeni, gerak fisik jadi semakin minim
Bisa juga perut seorang
pria menjadi semakin buncit karena gerak fisik yang semakin minim setelah menikah.
Gimana nggak minim gerak kalau segala macamnya sudah disediakan oleh sang istri
tercinta. Dulu waktu masih bujang mah masak sendiri, nyuci sendiri, setrika
sendiri, bersih-bersih kos sendiri, dan segala macamnya. Setelah menikah, mau pakai
baju saja sudah langsung disiapkan oleh sang istri hingga ke benda-benda kecil
seperti celana dalam dan kaos kaki. Wajar sih kalau pria perutnya semakin
buncit setelah menikah.
Ketika bujang, hampir
semua pria pasti lebih memperhatikan tampilannya demi menarik pasangan. Tentunya
hal tersebut akan dilupakan oleh para pria setelah mendapatkan seorang istri.
Buat apa sih tampil terlalu menarik, toh nggak ada yang coba ditarik lagi di luar
sana. Sedikit salah kaprah sih sifat pria yang satu ini, tapi memang begitu
kenyataannya kok bagi sebagian besar pria.
Faktor umur juga bisa
sih, semakin tua metabolisme tubuh semakin rendah. Gendut deh!
Nggak cuma untuk pria saja,
tapi metabolisme semua orang pasti akan semakin menurun sembari bertambahnya
umur. Kebanyakan pria pastinya menikah di umur yang mapan, yaitu di akhir 20an
hingga awal 30an. Di masa-masa ini juga lah pria biasanya mengalami penuruan kadar
metabolisme. Bahkan menurut penelitian, pria biasanya mengalami penuruan kadar
metabolisme di umur yang cukup muda yaitu 25 tahun. Turunnya kadar metabolisme
membuat tubuh semakin lambat dalam memproses lemak dan menumbuhkan otot,
sehingga perut buncit pun mudah terbentuk.
Tapi, mentang-mentang
sudah menikah bukan berarti perut buncit boleh dibiarkan saja lho!
Meskipun perut buncit
bukan masalah bagi sebagian besar pria, tentunya perut yang rata dan sehat akan
lebih baik bagi dirimu dan istrimu. Ketika kamu mengharapakan istri yang selalu
tampil cantik dan merawat penampilannya, tentunya kamu juga wajib merawat dirimu
sebaik mungkin. Selain ini, menjaga agar perut tidak buncit juga bisa membawah
banyak dampak positif dalam hidupmu seperti hidup yang lebih sehat, minim
resiko serang jantung, hingga hal-hal kecil seperti lebih mudah dalam memilih baju.
Intinya, hidup yang sudah
semakin nyaman setelah menikah menjadikan faktor utama kenapa banyak pria yang
kemudian berperut buncit. Meskipun begitu, alangkah baiknya jika kamu mencegah
timbulnya perut buncit agar hidup tidak saja nyaman tapi juga sehat.
